Kesehatan Lingkungan dan
Sampah
Istilah kesehatan sudah sangat erat dalam kehidupan
masyarakat. Undang-undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 1992 tentang
kesehatan Bab 1 Pasal 1 mendefinisikan kesehatan sebagai berikut :
“Kesehatan adalah keadaan sejahteraan dari badan, jiwa
dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial
ekonomis”.
Kesehatan mempunyai berbagai aspek antara lain yaitu
kesehatan lingkungan. Menjaga kesehatan lingkungan merupakan suatu kewajiban
bagi setiap individu, selain merupakan anugerah yang diberikan sang pencipta
kepada hamba-hamba-Nya, kesehatan lingkungan harus tetap dijaga agar keluarga
kita terhindar semua jenis bibit penyakit. Kesehatan merupakan hal yang paling
berharga dan tak ternilai harganya. Namun, terkadang pada saat kita sehat, kita
melupakan nikmat tersebut dan ketika sakit kita baru sadar dan merasakan betapa
kesehatan itu sungguh sangat berhaga.
Menjaga kesehatan lingkungan adalah suatu kewajiban yang
sangat penting bagi kesehatan individu, keluarga bahkan masyarakat. Sebagai
contoh, menjaga kesehatan lingkungan adalah membuang sampah pada tempatnya.
Sampah mempunyai dampak yang sangat buruk bagi kesehatan masyarakat.
Sampah adalah segala sesuatu yang tidak lagi dikehendaki
atau dianggap tidak dibutuhkan lagi oleh individu maupun kelompok masyarakat.
Sampah terbagi menjadi 2 yaitu sampah yang mudah membusuk dan sampah yang tidak
mudah membusuk, smapah yang mudah membusuk antara lain berupa zat-zat organic
seperti sisa-sisa sayuran, sedangkan yang tidak mudah membusuk dapat berupa
plastic, kertas, karet, logam. Dan lain-lain.
Sampah banyak mempunyai danpak yag kurang baik bagi
kesehatan lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, sebaiknya sampah bisa di
kelolah dengan baik. Pengelolahan sampah perlu dilakukan karena mempunyai
tujuan yaitu :
- Untuk mencegah terjadinya penyakit
- Konservasi sumber daya alam
- Mencegah gangguan estika
- Memberi insentif untuk daur ulang atau pemanfaatan
- untuk mencegah kuantitas dan kualitas sam[pah yang akan terus meningkat.
Bibit penyakit yang ditimbulkan oleh sampah antara lain
disebabkan oleh lalat, tikus, dan racun yang di sebabkan oleh zat yang
terkandung dalam sampah tersebut. Berikut ini beberapa panyakit bawaan sampah
dan penyebabnya :
|
Bawaan lalat :
-
Dysenterie basilaris
-
Cholera
-
Ascariasis
-
Ancylostomiasis
Bawaan tikus
-
-
Rat bite fever
Keracunan
-
Metan
-
Carbon monoxia
-
Hidrogen Sulfida
-
|
Penyebab Penyakit
Shingella shigae
Vibrio cholerea
A.
Lumbricoides
A. duodenale
Perteurella pestis
Streptobacillus moniliformis
Sumber :
Benenson, A. 1970
|
Mengelolah sampah sangat sulit dilakukan hal ini karena :
- Meningkatkan tingkat hidup masyarakat yang tidak disertai dengan pengetahuan dalam mengelolah sampah.
- Sulitnya menumbuhkan kebiasaan masyarakat dalam mengelolah sampah sehingga menimbulkan banyak pencemaran udara, air, dan tanah.
- Kegagalan dalam daur ulang ataupun pemnfaatan kembali barang bekas, ataupun produk daur ulang yang sangat rendah mutunya sehingga cepat menjaqdi sampah kembali.
- Semakin sulitnya mendapatkan lahan sebagai pembuangan akhir sampah.
- Sulitnya mengajak partisipasi masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.
Banyak bentuk pengelolahan sampah antara lain mengelolah
sampah organic menjadi pupuk kompos yang berguna dalam bidang pertanian
sedangkan sam[pah plastic atau sampah yang tidak mudah mmebusuk bisa didaur
ulang dan bisa dijadikan bahan pembuatan kerajinan tangan misalnya saja
pembuatan tas, dan lain-lain.
Peneglolahan sampah sangat erat hubungannya dalam
menciptakan dan menjaga kesehatan lingkungan yang baik dalam kehidupan
masyarakat. Dengan mengelolah sampah dengan baik maka lingkungan masyarakat
menjadi bersih dan nyaman dan tidak akan menimbulkan bibit penytakit. Selain
itu, masyarakat dalam mengelolah sampah sangat dibutuhkan karena dalam bidang
kerjasama anatara masyarakat dan pemerintah dalam mewujudkan kesehatan
lingkungan akan lebih mudah.
FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI PEMBERIAN GAJI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN
KABUPATEN OKU SELATAN
TAHUN 2007
KOMENTAR
A.
Penulisan
Menurut
saya, penulisan jurnal ini sudah cukup baik. Dalam penulisannya tidak ditemukan
kesalahan penulisan kata-kata dan penggunaan EYD didalam jurnal ini sudah
sangat baik. Kata-kata yang digunakan
B.
Isi
Mernurut saya, dari segi isi jurnal sangat baik, antara lain :
§ Didalam jurnal ini terdapat beberapa penyebab ibu tidak memberikan
ASI ekslusif
§ Didalam jurnal ini terdapat data-data secara detail tentang jumlah
populasi tempat penelitian serta pekerjaan mereka, frekuensi dan presentase
tingkat pengetahuan pemberian ASI secara eksklusif serta data-data lainnya
tenbtang kabupaten tersebut yang berhubungan dan berpengaruh untuk peninhkatan
pemberian ASI ekslisif.
§ Didalam jurnal ini juga terdapat kesimpulan dan saran sehingga isi
dari jurnal tersebut lebi jelas dan lebih mudah untuk dipahami serta saran yang
berisi langkah-langkah untuk meningkatkan pemberian ASI ekslusif yang tidak
terlepas dari upaya tenaga ke4sehatan, keluarga dan suami untuk memberikan
dukungan dan dorongan kepada sang Ibu.
KEBERHASILAN LINGKUNGAN
SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN
KOMENTAR
A. Penulisan
- Banyak penulisan kata yang kurang
§ Kata “Kesehatan”ditulis”Kesehatan”terdapat pada :
o Kalimat keenam paragraph kedua bagian latar belakang
o Kalimat ketujuh bagian pengenalan usaha-usaha sanitasi ada cara
meningkatkan kesadran peran masyarakat bagian kedua
o Kalimat Pertama Bagian pengenalan usaha-usaha sanitasi pada cara
peningkatan kesadaran adan peran serta masyarakat bagian ketiga.
o Bagian keempat pada pembhasan criteria mhasil yang diharapkan
§ Kata “Bidang yang ditulis “Bidan” pada kalimat kedua paragraph
pertama pembahasan latar Belakang
§ Kata “Pakaian” yang ditulis “Pkaian” pada kalimat pembahasan
Kriteria hasil yang diharapkan bagian pertama.
§ Kata “Masyarakat” yang ditulis “Masyarakt” pada kalimat bagian
criteria hasil yang diharapkan ketiga.
- Banyaknya penulisan kata yang salah
§ Mengulangan kata “terutama” pada kalimat kedua paragraph kedua
pembahasan latar Belakang
§ Kata “sebagian” yang ditulis “segai” pada kalimat pembahasan
pengenalan usaha-usaha sanitasi nomor 3 kaliamat keempat usaha-usaha
meningkatakan kesadaran dan peran serta masyarakat.
§ Penulisan kata “Pembuangan sampah” yang ditulis “pembunangan samaph”
bagian ketiga pada pembahasan criteria hasil yang diharapkan.
- Tidak adanya penjelasan mengenai bebrapa kata yang sulit dimengerti
§ Istilah “Biduk lalu kimbang
betaut” pada pembahasan Analisis Situasi Dampak Program Kesehatan Lingkungan
pada paragraph kelima kalimat terakhir.
§ Istilah “sekali merengkah dagang dua tiga pulau terlampau” pada
paragral keenam kalimat pertama.
§ Kata “penyakit rakyat” pada pembahasan Kesehatan Lingkungan dalam
Paradigma Sehat paragraph ketiga kalimat kedua.
B. Isi
Menurut saya, isi dari jurnal ini sangat bagus selain menerangkan
tentang apa yang termasuk didalam penyakit lingkungan didalam jurnal ini juga
dijelaskan tujuan dan cara meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat
untuk meningkatkan kesehatan lingkungan serta bagaimana cara mencegah cara pencegahan
dini untuk penyakit-penyakit tersebut.
Selain itu, didalam jurnal ini juga criteria hasil yang diharapkan jika
pencegahan secara dini itu dilakuakan secara efektif. Menurut saya, jurnal ini
akan semakin baik jika dalam penulisannya diperbaiki kembali dengan teliti
sehingga tidak terjadi kesalahan penulisan si pembaca akan lebih mengerti dan
lebih memahami apa yang terkandung didalam jurnal ini.
PERILAKU REMAJA DALAM MENCARI INFORMASI
KESEHATAN REPRODUKSI
KOMENTAR
A.
Penulisan
Menurut pendapat saya, penulisan
dalam jurnal ini sudah sangat baik. Secra keseluruhan didalam penulisan ini
tidak ditemukan kesalahan dalam penulisan kata atau kalimat. Kata-kata yang
digunakan juga relative mudah dimengerti sehingga pembaca akan lebih memahami
apa makna yang terkandung didalam jurnal ini.
B.
Isi
Didalam penulisan jurnal ini, bnyak sekali
kelebihan-kelebihan didalam Isi yang disampaikan, antara lain :
§ Apa yang disampaikan didalam jurnal ini sesuai dengan keadaan yang
ada dalam kehidupan masyarakat terutama remaja.
§ Jurnal ini menjelaskan apa saja yang dibutuh remaja agar tidak
mengalami gangguan kesehatan reproduksi.
§ Jurnal ini menjelaskan tentang pentingnya teman, guru, dan peran
orang tua dalam memenuhi kebutuhan informasi kesehatan reproduksi pada remaja.
§ Jurnal ini menjelaskan apa aja virus dan bakteri yang menyebakan
timbulnya penyakit atau gangguan kesehatan reproduksi.
§ Jurnal ini dilengkapi dengan kesimpulan dan saran sehingga pembaca
lebih memahami dan mengerti apa yang terkandung didalam jurnal ini serta sara
yang akan membantu mencegah terjadinya penyakit atau gangguan kesehatan
reproduksi skibat kesehatan repproduksi yang salah diterima oleh masyarakat
terutama remaja.
